Tampilkan postingan dengan label Engine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Engine. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juni 2016

EFI Pada Motor

TEKNOLOGI DUNIAKU


Sistem karburator (karburasi manual) perlahan mulai digantikan dengan sistem injeksi bahan bakar elektronik (karburasi digital) (EFI). Apa itu EFI dan komponen yang terdapat didalamnya? Silahkan baca dibawah ini ya



Karena mesin sepedamotor merupakan kombinasi reaksi kimia dan fisika untuk menghasilkan tenaga, maka kita kembali ke teori dasar kimia bahwa reaksi pembakaran BBM dengan O2 yang sempurna adalah:
14,7:1 = 14,7 bagian O2 (oksigen) berbanding 1 bagian BBM

Komponen-komponen dasar EFI
Setiap jenis atau model sepedamotor mempunyai desain masing-masing namun secara garis besar terdapat komponen-komponen berikut.

1.ECU – Electrical Control Unit

Pusat pengolah data kondisi penggunaan mesin, mendapat masukkan/input dari sensor-sensor mengolahnya kemudian memberi keluaran/output untuk saat dan jumlah injeksi, saat pengapian.

2.Fuel Pump

Menghasilkan tekanan BBM yang siap diinjeksikan.

3.Pressure Regulator

Mengatur kondisi tekanan BBM selalu tetap (55~60psi).

4.Temperature Sensor

Memberi masukan ke ECU kondisi suhu mesin, kondisi mesin dingin membutuhkan BBM lebih banyak.

5.Inlet Air Temperature Sensor

Memberi masukan ke ECU kondisi suhu udara yang akan masuk ke mesin, udara dingin O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.

6.Inlet Air Pressure Sensor

Memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara yang akan masuk ke mesin, udara bertekanan (pada tipe sepedamotor ini hulu saluran masuk ada diantara dua lampu depan) O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.
Atmospheric Pressure Sensor memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara lingkungan sekitar sepedamotor, pada dataran rendah (pantai) O2 lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.

7.Crankshaft Sensor

Memberi masukan ke ECU posisi dan kecepatan putaran mesin, putaran tinggi membutuhkan buka INJECTOR yang lebih cepat.

8.Camshaft Sensor

Memberi masukan ke ECU posisi langkah mesin, hanya langkah hisap yang membutuhkan buka INJECTOR.

9.Throttle Sensor

Memberi masukan ke ECU posisi dan besarnya bukaan aliran udara, bukaan besar membutuhkan buka INJECTOR yang lebih lama.

10.Fuel Injector / Injector

Gerbang akhir dari BBM yang bertekanan, fungsi utama menyemprotkan BBM ke dalam mesin, membuka dan menutup berdasarkan perintah dari ECU.

11.Speed Sensor

Memberi masukan ke ECU kondisi kecepatan sepedamotor, memainkan gas di lampu merah dibanding kecepatan 90km/jam, buka INJECTOR berbeda.

12.Vehicle-down Sensor

Memberi masukan ke ECU kondisi sepedamotor, jika motor terjatuh dengan kondisi mesin hidup maka ECU akan menghentikan kerja FUEL PUMP, IGNITION, INJECTOR, untuk keamanan dan keselamatan.

Electronic Fuel Injection memang lebih unggul dibanding karburator, karena dapat menyesuaikan takaran BBM sesuai kebutuhan mesin standar.

ECU diprogram untuk kondisi mesin standar sesuai model sepedamotor, di dalam ECU terdapat tabel BBM yang akan dikirim melalui Injector sesuai kondisi mesin standar.

Jika ada perubahan dari kondisi standar misalnya filter udara diganti atau dilepas, walaupun ada pengukur tekanan udara (inlet air pressure sensor) pasokkan BBM hanya berubah sedikit, akhirnya sepedamotor akan berjalan tidak normal karena O2 terlalu banyak (lean mixture).

Tabel ECU standar biasanya tidak dapat dirubah, karena tujuan utama EFI adalah pengurangan kadar emisi gas buang beracun.

Untuk mesin modifikasi memerlukan modifikasi tabel dalam ECU, hal ini dapat dilakukan dengan:
1. Software yang dapat masuk ke dalam memory ECU – hanya dimiliki oleh ATPM atau dealer.
2. Piggyback alat tambahan diluar ECU - bekerja dengan cara memanipulasi sinyal yang dikirim ke Injector untuk membuka lebih lama.
3. Tukar ECU aftermarket yang dapat diprogram tabel memory-nya, sesuai modifikasi, sesuai kondisi sirkuit.

Demikianlah informasi yang saya rangkum dari berbagai sumber mengenai EFI pada motor. Semoga dapat bermanfaat bagi anda dan terima kasih sudah membaca.

Baca juga : Parkiran Mall Centre Point Kembali Bermasalah

Rabu, 22 Juni 2016

Suara Ledakan Dari Knalpot

TEKNOLOGI DUNIAKU


Apakah anda sering mendengar suara ledakan atau menembak dari knalpot motor anda ? Bearti ada masalah pada motor anda. Pada artikel kali ini saya akan membagikan informasi mengenai penyebab suara ledakan dari knalpot motor anda, silahkan dibaca selengkapnya dibawah ini ya 



Suara knalpot meledak ini sangat menjengkelkan, apalagi jika itu terjadi ketika jalan macet. Semua orang akan langsung menatap anda dengan wajah tidak senang. 

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya suara ledakan dari knalpot motor anda :

1. Choke atau cuk

Lupa menutup choke pada saat menghidupkan mesin motor anda, menyebabkan campuran bensin terlalu banyak yang akhirnya menyebabkna pembakaran yang tidak sempurna.

2. Busi 

Jika busi anda sudah terlalu basah atau banyak kotoran, hal ini dapat menyebabkan campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak sempurna.

3. Suplai udara 

Suara ledakan ini bisa muncul ketika ada kerusakan pada bagian yang menyuplai udara bersih pada ruang bakar. Gejalanya adalah suara yang tidak stabil yang timbul ketika motor berakselerasi dan gas yang ditutup penuh.

4. Karburator 

Kebanyakan motor menggunakan karburator model vakum atau yang lebih kerennya disebut juga VC(Velocity Constanly). Karbuator model vakum menggunakan karet sebagai vakumnya, ketika karet aus maka pros kevakuman menjadi tidak sempurna. Inilah yang menyebabkan adanya suara ledakan pada knalpot pada motor anda.

Inilah hal-hal yang menyebabkan terjadinya suara ledakan dari knalpot motor anda. Jangan menyepelekan suara ledakan ini, suara ledakan ini dapat menyebabkan tenaga mesin menjadi loyo dan konsumsi bahan bakar menjadi sangat boros.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda, terima kasih sudah membaca.





Jumat, 17 Juni 2016

Penempatan Katup Pada Mesin Sepeda Motor

TEKNOLOGI DUNIAKU



Berbagai    jenis    katup    dapat    pula    dibedakan    dari    cara penempatannya  pada  kepala silinder.  Inovasi  mesin  sepeda  motor dilakukan untuk  mengantisipasi  kecepatan  tinggi, penambahan  tenaga output dan upaya konstruksi seringan mungkin. Pada artikel kali ini saya akan membagikan informasi mengenai inovasi penempatan katup, silahkan dibaca ulasannya selengkapnya ya.
 

Ada tiga macam inovasi katup dari  segi  penempatannya,  yaitu  Katup  Samping  (Side-Valve), Overhead-Valve (OHV) dan Single Overhead Camshaft (SOHC).


1. Katup Samping (SV)

Katup samping (SV) merupakan konstruksi yang paling sederhana dan  ringan  dan  mekanis penggeraknya  ditempatkan  di  samping  katup. Model ini dianggap yang paling tua dan kurang mampu melayani putaran tinggi.


Pada SV atau klep samping, cam dipasang pada poros engkol dan mendorong  keatas  dan menggerakkan  valve.  Valve  terpasang disamping piston sehingga ruang pembakaran lebih besar. Hal ini memungkinkan untuk hasilkan perbandingan kompresi lebih besar dan mengurangi tenaga mesin. Tipe ini cocok untuk mesin dengan putaran rendah, biasanya dipakai di mesin industri

2. OHV (Over Head Valve)

Katup jenis ini memiliki batang katup yang lebih panjang karena digerakkan oleh poros  cam  yang terletak  sejajar  dengan  poros  engkol.  Gerakan  poros cam  dipandu  oleh  pipa  yang  terpasang kuat  pada  blok  silinder. Katup jenis ini merupakan modifikasi dari katup jenis SV.


Pada  tipe  ini  posisi  klep berada diantara piston dan digerakkan oleh rocker arm. Tipe ini ruang kompresinya lebih kecil, sehingga dapat   menghasilkan   perbandingan   kompresi   yang   tinggi   dan tenaga  mesin  menjadi  lebih  besar.  Karena  dilengkapi  dengan batang   penekan   yang   panjang   serta   adanya   rocker   arm menyebabkan  gerakan  balik  lebih  besar  dan  juga  jarak klep dan cam  yang  jauh  menyebabkan  kurang  stabilnya  ia  pada  putaran tinggi

3. SOHC (System Overhead Camshaft)

SOHC Dirancang  untuk  membuat  komponen  sistem  katup lebih  ringan.  Batang  katup digerakkan  bukan  oleh  poros  cam,  yang dianggap  membuat  komponen  lebih  berat,  tetapi melalui  roda  gigi.


Pada  tipe  ini  batang  penekan  tidak  ada,  sehingga  gerakan balik dapat   dinetralisir.   Posisi   cam berada   diatas   silinder   yaitu ditengahnya,   cam   digerakkan   oleh   rantai   penggerak   yang langsung memutar cam sehingga cam menekan rocker arm. Poros cam  berfungsi  untuk menggerakkan  katup  masuk  (IN)  dan  katup buang  (EX),  agar  membuka  dan  menutup  sesuai dengan  proses yang  terjadi  dalam  ruang  bakar  mesin.  Tipe  ini  komponennya sedikit  sehingga pada  putaran  tinggi  tetap  stabil.  Disebut  single over  head  camshaft  karena  hanya menggunakan satu  cam  pada desainnya.  Atau  SOHC  adalah  system  poros  tunggal  di  kepala silinder.

Pada inovasi terbaru ada pula yang digerakkan oleh rantai (cam chain). Inovasi terakhir ini disebut Double Overhead Camshft (DOHC).

DOHC  adalah  sistem  poros  ganda  di  kepala  silinder.  Fungsi DOHC  sama  dengan  SOHC, bedanya  terletak  pada  banyaknya poros  cam  tersebut.  Pada  DOHC  jumlah  poros  camnya  dua, sedangkan  pada  SOHC  hanya  satu.  Pada  tipe  ini  ada  yang memakai  rocker  arm  ada  juga yang tidak  ada.  Klep  masuk  dan klep  buang  dioperasikan  tersendiri  oleh  dua  buah  cam.  

Tipe DOHC yang memakai rocker arm alasannya untuk mempermudah penyetelan  kelonggaran  klep dan merubah  langkah  buka  klep. Tipe ini perawatannya rumit biaya pembuatannya tinggi dan mesin lebih  berat.  Biasanya  dipakai  pada  mesin-mesin  sport  kecepatan tinggi.

Demikianlah informasi mengenai inovasi penempatan katup pada mesin sepeda motor yang ada pada saat sekarang ini. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda, terima kasih sudah membaca dan ditunggu komentarnya.

Kamis, 16 Juni 2016

Komponen Tidak Bergerak Pada Mesin Motor

TEKNOLOGI DUNIAKU


Pada artikel sebelumnya saya sudah membagikan informasi mengenai apa yang disebut dengan komponen bergerak pada mesin motor, Kali ini saya akan membagikan informasi mengenai apa yang disebut komponen yang tidak bergerak pada mesin motor anda, silahkan dibaca dibawah ini ya 

Komponen tidak bergerak pada sepeda motor adalah komponen yang tidak bergerak ketika mesin motor dihidupkan.

Berikut ini adalah komponen yang tidak bergerak, yakni sebagai berikut :

1. Blok Silinder














Blok silinder bisa dikatakan bagian yang penting pada suara mesin. Blok silinder tempat piston  bergerak   bolak   balik   dan   tempat beberapa komponen  kelistrikan  dipasangkan.  Konstruksi blok silinder  dipengaruhi oleh  sistem  pendinginannya,  jumlah  silindernya  serta  sistem pemasukan bahan  bakarnya.  Sistem  pendinginan  sepeda  motor  kebanyakan  adalah dengan menggunakan pendinginan  udara.  Untuk  menambah  efektifitas pendinginan  maka  bagian  luar blok  silinder dibuat  bersirip  agar  luas bidang permukaan pendinginan lebih besar.

Kontruksi luar blok   silinder   dibuat   seperti   sirip,   ini   untuk melepaskan   panas   akibat   kerja mesin. Dengan   adanya   sirip-sirip tersebut,  akan  terjadi  pendinginan  terhadap  mesin  karena udara  bisa mengalir  diantara  sirip-sirip.  Sirip  juga  memperluas  bidang  pendinginan, sehingga penyerapan panas lebih besar dan suhu motor tidak terlampau tinggi dan sesuai dengan temperatur kerja.

2. Kepala Silinder





















Bagian atas blok silinder adalah kepala silinder.Kepala silinder dibaut pada blok silinder dengan baut-baut yang panjang.Baut-baut  tersebut dikeraskan dengan tingkat kekerasan tertentu


Kepala  silinder  bertumpu  pada  bagian  atas  blok  silinder.  Titik tumpunya  disekat  dengan  gasket (paking)  untuk  menjaga  agar  tidak terjadi kebocoran kompresi, disamping itu agar permukaan metal kepala silinder  dan  permukaan  bagian  atas  blok  silinder  tidak  rusak.  Kepala silinder biasanya  dibuat  dari  bahan  Aluminium  campuran,  supaya  tahan karat  juga  tahan  pada  suhu tinggi  serta  ringan.  Biasanya  bagian  luar kontruksi kepala silinder bersirip, ini untuk membantu melepaskan panas pada mesin berpendingin udara.

Konstruksi   kepala   silinder dipengaruhi oleh sistem pemasukan bahan bakar dan penggerak katupnya. Pada  sepeda  motor  4  tak  katup-katupnya  dipasang  pada  kepala  si1inder sehingga kepala silindernya mempunyai lubang-lubang pemasukan bahan bakar dan pengeluaran gas buang.

Jika mesin sepeda motor dengan sistem OHC (Over Head Camshaft) maka poros camnya ditempatkan pada kepala silinder sehingga konstruksinya tambah rumit. Hal ini tidak terdapat pada kepala  silinder  sepeda  motor  2  tak.  Kepala  silinder  juga  sebagai  tempat pemasangan   busi.   Busi   tersebut   dipasangkan   dengan   cara   diulirkan. Elektroda busi menghadap ke ruang bakar.

 3. Crankcase (Bak Engkol)














Crankcase  (bak  engkol)  biasanya  terbuat  dari  aluminium  die casting dengan sedikit campuran logam.Bak engkol fungsinya sebagai rumah dari komponen yang ada di bagian dalamnya, yaitu komponen:
· Generator atau alternator sebagai pembangkit daya tenaga listriknya sepeda motor
· Pompa oli
· Kopling
· Poros engkol dan bantalan peluru
· Gigi persneling atau gigi transmisi
· Sebagai penampung oli pelumas


Bak  engkol  terletak  di  bawah  silinder  dan  biasanya  merupakan bagian yang ditautkan pada rangka sepeda motor.

Demikianlah informasi mengenai komponen yang tidak bergerak pada mesin motor yang saya rangkum dari berbagai sumber. Semoga dapat menambah wawasan anda, terima kasih dan ditunggu komentarnya.





Rabu, 15 Juni 2016

Komponen Bergerak Pada Mesin Motor (2)

TEKNOLOGI DUNIAKU

Apa Yang Disebut Komponen Bergerak Pada Mesin Motor ? (2)


Menyambung artikel sebelumnye mengenai komponen bergerak pada mesin motor anda, silahkan baca kelanjutannya dibawah ini ya


7. Katup Dan Mekanismenya











Katup  hanya  terdapat  pada  motor  empat  langkah,  sedangkan motor  dua  langkah  umumnya tidak  memakai  katup.  Katup  pada  motor empat  langkah  terpasang  pada  kepala  silinder.  Tugas katup  untuk membuka  dan  menutup  ruang  bakar.  Setiap  silinder  dilengkapi  dengan dua  jenis katup  (isap  dan  buang)  Pembukaan  dan  penutupan  kedua katup ini diatur dengan sebuah poros yang disebut poros cam (camshaft).

Katup digerakkan oleh mekanisme katup, yang terdiri atas:
· Poros cam
· Batang penekan
· Pegas penutup
· Rol baut penyetel

Berbagai    jenis    katup    dapat    pula    dibedakan    dari    cara penempatannya  pada  kepala silinder.  Inovasi  mesin  sepeda  motor dilakukan  untuk  mengantisipasi  kecepatan  tinggi, penambahan  tenaga output dan upaya konstruksi seringan mungkin. Ada tiga macam inovasi katup dari  segi  penempatannya,  yaitu  Katup  Samping  (Side-Valve), Overhead-Valve (OHV) dan Single Overhead Camshaft (SOHC).
Mengenai inovasi penempatan katup ini akan saya ulas pada artikel berikutnya

8. Camshaft 











Camshaft adalah sebuah alat yang digunakan dalam mesin untuk menjalankan  poppet  valve.  Dia terdiri  dari  batangan  silinder.  Cam membuka katup dengan menekannya, atau dengan mekanisme bantuan lainnya, ketika mereka berputar.

Hubungan  antara  perputaran  camshaft  dengan  perputaran  poros engkol  sangat  penting.  Karena katup  mengontrol  aliran  masukan  bahan bakar dan pengeluarannya, mereka harus dibuka dan ditutup pada saat yang   tepat   selama   langkah   piston.  

Untuk   alasan   ini,   camshaft dihubungkan  dengan  crankshaft  secara  langsung  (melalui mekanisme gear)  atau  secara  tidak  langsung  melalui  rantai  yang  disebut  ”rantai waktu” (timing gear).

9. Rantai Cam dan peregangannya













Rantai camshaft sepeda motor harus dipasang dengan tegangan yang  cukup.  Rantai  camshaft  yang terlalu  tegang  akan  menimbulkan bunyi   mendesing   terutama   pada   putaran   tinggi   sedangkan rantai camshaft  yang  terlalu  kendor  akan  menimbulkan  suara  berisik.  Untuk menyetelnya     harus     diperhatikan     terlebih     dahulu     mekanisme penyetelannya.  Cara  penyetelan  rantai camshaft  untuk  setiap  sepeda motor tidak sama.

Agar pembukaan katup-katup sesuai dengan proses yang terjadi dalam ruang bakar maka mekanisme pembukaan dan penutupan katup-katup tersebut  digerakkan  oleh  putaran  poros  engkol.  Ada  tiga  macam mekanisme penggerak katup, yaitu dengan batang pendorong, roda gigi, dan rantai (rantai camshaft).

Jika  kekencangan  rantai  berubah-ubah,  akan  berpengaruh  pada putaran  mesin,  valve  timing atau saat  pengapian  akan  berubah-ubah pula.  Untuk  menghasilkan  setelan  rantai  yang  standar, ada  3 tipe penyetelan rantai:

1. Tipe penyetelan manual

Tipe  ini  memerlukan  penyetelan  kekencangan  secara  berkala. Cara penyetelan dengan menekan batang penekan

2. Tipe penyetelan otomatis

Jika rantai mengalami kekendoran, maka secara otomatis batang penekan  akan  menekan  chain guide  (karet),  karena  adanya  per penekan.  Karet  akan  melengkung,  dan  akan  menekan  rantai sehingga   rantai   mengalami   ketegangan.   Selanjutnya   batang penekan yang berbentuk rachet bergerak searah dan tidak dapat kembali. 

3. Tipe semi otomatis

Ketegangan  rantai  secara  otomatis  menyetel  sendiri,  jika  baut pengunci dilepas, sehingga batang penekan akan masuk kedalam karena tekanan per.

Inilah yang disebut komponen bergerak pada mesin motor anda. Terima kasih sudah membaca artikel ini dan semoga dapat bermanfaat bagi anda. Ditunggu komentarnya ya 








Selasa, 14 Juni 2016

Komponen Bergerak Pada Mesin Motor (1)

TEKNOLOGI DUNIAKU



Jenis komponen pada mesin sepeda motor ada 2 , yakni komponen bergerak dan tidak bergerak. Pada artikel kali ini, saya akan memberikan informasi mengenai komponen bergerak pada mesin sepeda motor, Apa sih yang disebut dengan komponen bergerak ini, silahkan baca selengkapnya dibawah ini ya



Komponen bergerak pada mesin motor



Komponen bergerak pada mesin motor adalah komponen mesin yang bergerak jika mesin motor dihidupkan. Komponen yang bergerak itu tidak termasuk kedalam sistem pendinginan, pelumasan dan bahan bakar.


Komponen bergerak ini terdiri dari :

1. Piston













Piston mempunyai bentuk  seperti  silinder.  Bekerja  dan  bergerak secara translasi (gerak bolak-balik)  di dalam silinder. Piston merupakan sumbu  geser  yang  terpasang  presisi  di  dalam  sebuah silinder. Dengan tujuan, baik untuk mengubah volume dari tabung, menekan fluida dalam silinder, membuka-tutup jalur aliran atau pun kombinasi semua itu.

Piston terdorong    sebagai    akibat    dari    ekspansi    tekanan   sebagai    hasil pembakaran.  Piston selalu  menerima  temperatur  dan tekanan  yang tinggi,  bergerak  dengan  kecepatan  tinggi  dan terus menerus.


2. Piston Ring











Piston  terdiri  dari  piston,  ring  piston  dan  batang  piston.  Setiap piston dilengkapi lebih dari satu buah ring piston. Ring tersebut terpasang longgar pada alur ring. ring piston dibedakan atas dua macam yaitu:

a.Ring Kompresi, jumlahnya satu, atau dua dan untuk motor-motor yang  lebih  besar  lebih  dari dua.  Fungsinya  untuk  merapatkan antara  piston  dengan  dinding  silinder  sehingga  tidak  terjadi kebocoran pada waktu kompresi.
b.Ring  oli,  dipasang  pada  deretan  bagian  bawah  dan  bentuknya sedemikian  rupa  sehingga dengan  mudah  membawa  minyak pelumas untuk melumasi dinding silinder.


3. Connecting Rod











Batang  piston  sering  juga  disebut dengan setang piston, ia berfungsi menghubungkan piston dengan poros engkol. Jadi batang piston meneruskan gerakan piston ke poros engkol. Dimana  gerak bolak-balik  piston  dalam  ruang  silinder  diteruskan  oleh batang  piston  menjadi  gerak  putaran (rotary)  pada  poros  engkol.  Ini berarti jika piston bergerak naik turun, poros engkol akan berputar..

4. Piston Pin














Pin  piston  berfungsi  untuk  mengikat  piston  terhadap  batang  piston. Selain  itu,  pin  piston  juga berfungsi  sebagai  pemindah  tenaga  dari piston  ke  batang  piston  agar  gerak  bolak-balik  dari piston  dapat  diubah menjadi gerak berputar pada poros engkol. Walaupun ringan bentuknya tetapi pin  piston  dibuat  dari  bahan  baja sebagai paduan  yang  bermutu  tinggi agar tahan terhadap beban yang sangat besar.

5. Crank Shaft














Dari batang piston gerakan diteruskan ke poros engkol. Oleh poros engkol gerak lurus bolak balik tersebut diubah menjadi gerak putar. Putaran poros engkol  tersebut  tidaklah  merata  karena  pada saat  piston  bergerak  ke  atas putaran  poros  engkol  mengalami  perlambatan  yaitu  pada  saat langkah buang dan langkah kompresi. 

Fungsi  poros  engkol  adalah  mengubah  gerakan  piston  menjadi gerakan putar (mesin) dan meneruskan gaya kopel (momen gaya) yang dihasilkan motor ke alat pemindah tenaga sampai ke roda.

Poros  engkol  umumnya  ditahan  dengan  bantalan  luncur  yang ditetapkan  pada  ruang  engkol. Bantalan  poros  engkol  biasa  disebut bantalan utama.

Jenis poros engkol yang dipergunakan pada mesin sepeda motor adalah:
a.Jenis built up digunakan pada motor jenis kecil yang mempunyai jumlah silinder satu atau dua.
b.Jenis  ”one  piece”, digunakan  pada  motor  jenis  besar  yang mempunyai jumlah silinder banyak.

6. Flywheel














Fungsi dari flywheel (roda penerus ) adalah utuk menyimpan gaya lembam sehingga mesin dapat melaksanakan langkah buang, isap dan kompresi dengan tenaga yang cukup besar.

Masih ada beberapa komponen bergerak pada mesin sepeda motor lainnya, tetapi akan saya bahas pada artikel berikutnya. 

Terima kasih sudah membaca artikel, semoga dapat menambah wawasan anda tentang apa isi dari mesin motor anda. Ditunggu komentarnya ya ..





Sabtu, 28 Mei 2016

Jenis Busi

TEKNOLOGI DUNIAKU



Busi merupakan salah satu komponen yang penting dalam sebuah sepeda motor. Sistem pengapian pada motor menggunakan busi sebagai pemicu energi percikan api yang membakar campuran udara dan bahan bakar didalam silinder pada langkah akhir kompresi pada siklus mesin. Pastikan anda tidak salah memilih busi pada motor anda, karena pemilihan busi yang salah dapat mempengaruhi performa mesin motor anda. Pada artikel kali ini saya akan membagikan informasi mengenai jenis busi, silahkan dibaca dibawah ini





Jenis busi :

- Busi standar
Busi ini merupakan busi bawaan motor. Bahan ujung elektrodanya terbuat dari nikel dan diameter center electrodenya 2,5mm. Lama pemakaian busi standar ini mencapai 20.000 Km.

- Busi racing
Busi ini dibuat dari bahan yang tahan terhadap suhu mesin yang tinggi dan kompresi tinggi. Diameter center electrodanya relatif kecil dan meruncing seperti jarum. Pemakaian busi ini mencapai 20.000 - 30.000 Km.

- Busi Resistor 
Busi ini sering dihubungkan dengan busi racing karena huruf R pada bodinya. R ini bukan singkatan dari Racing, tetapi R untuk Resistor. Busi ini cocok sebagai perlindungan perangkat elektronik digital pada motor. 

- Busi Iridium
Busi ini adalah pilihan para pemodifikator motor, Jenis busi ini dipakai pada mesin motor besar diatas 150cc. Ujung elektrodanya terbuat dari nikel, center electrodanya terbuat dari iridium alloy dengan warna platinum buram. Busi jenis ini dapat dipakai selama 50.000 - 70.000 Km.

- Busi Platinum
Busi favorit para biker yang suka melakukan touring, karena center elctrodenya yang terbuat dari platinum, sehingga dapat mengurangi pengaruh panas. Diameter center electrodenya 0,6 - 
0,8mm dan bisa dipakai selama 30.000Km.

Demikianlah artikel mengenai jenis dan fungsi busi. Semoga dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih.

                   Cara Melakukan Pengecekan Pada Busi

Jumat, 27 Mei 2016

Cara Check Busi

TEKNOLOGI DUNIAKU



Busi atau dalam bahasa inggrisnya spark plug adalah consumable spare part yang dipakai di motor. Mungkin anda pernah mengalami mogok tiba-tiba karena busi anda bermasalah. Kali ini saya akan membagi sedikit informasi yang saya rangkum dari berbagai sumber mengenai cara mencek busi. Silahkan dibaca dibawah ini



Busi standar

Pertama-tama keluarkan busi dan lihat ujug businya, apabila :


1. Normal 
Warna normal pada busi adalah abu-abu atau merah bata. Jika warnanya abu-abu muda, maka settingan karburator anda terlalu irit bensin. Jika Jika warnanya hitam pekat, bearti settingan karburator terlalu boros mesin.

2. Tertutup kerak
Pemakaian kualitas bahan bakar yang jelek dan pilihan busi yang tidak sesuai bisa menyebabkan kepala busi tertutup kerak seperti karat.

3. Basah 
Apabila pada ujung busi anda basah, ini berasal dari oli yang bocor. Bisa jadi kebocoran oli ini berasal dari mesin anda, ring piston yang goyang, bos klep yang bocor atau seal klep yang bocor karena oli mesin yang terlalu banyak.

4. Rata dengan keramik 
Busi anda sudah habis karena terlalu sering diamplas. Anda harus mengganti yang lama dengan yang baru.

5. Penuh dengan bulu putih
Cairan radiator anda bocor dan masuk kedalam ruang pembakaran mesin.

6. Cacat/rusak
Jarak elektroda yang terlalu jauh atau pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai standar alias dicampur. Cek kondisi bahan bakar yang akan anda beli, jangan sampai tertipu oleh penjualnya.

7. Mengkilap 
Busi basah karena sisa bensin yang tidak terbakar, bisa jadi settingan karburator yang tidak pas alias terlalu boros atau anda salah memilih jenis busi.

8. Meleleh
Busi menyala sebelum waktunya karena nilai oktan bensin yang terlalu rendah atau mesin mengalami overheat (panas berlebihan).

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat bagi anda : )
Ditunggu komentarnya 

Baca juga : Kisah Si Belalang
                   Mengungkap Karakter Wanita Dari Bentuk Bibirnya
                   Tips Fotografi Untuk Pemula
                   Phobia Ciuman (Philematophobia)
                   Perlombaan Adu Kuat Antara Tentara Amerika, Inggris, Arab dan Indonesia
                   

Rabu, 25 Mei 2016

Jenis Piston

TEKNOLOGI DUNIAKU



Di pasaran otomatif sekarang ini banyak sekali jenis piston yang digunakan dalam kendaraan. Setiap merek kendaraan itu menggunakan jenis piston yang berbeda-beda pula, namun itu bertujuan meningkatkan performa mesin menjadi lebih maksimal. Pada artikel kali ini saya akan membagikan apa saja macam-macam piston dan penjelasannya.


Piston

Macam -Macam Piston itu adalah sebagai berikut :

1. Split Piston


split piston
Ada alur dibagian luar yang segaris dengan lubang pin piston dan berbentuk setengah atau model U.

2. Oval Piston


Oval piston
Tujuan bagian oval pada piston ini bertujuan untuk menyerap panas agar tidak terjadi pemuaian karena overheat. Piston jenis ini dapat berubah bentuk setelah panas mesin sudah mencapai suhu kerjanya, dari oval menjadi bulat sempurna.

3. Slipper Piston


Slipper Piston

Tujuan pembuatan coakan pada piston ini untuk memperpendek langkah piston sehingga dapat menghasilkan mesin dengan spesifikasi ketinggian mesin yang lebih pendek dan kompresi yang tinggi. Coakan ini berada pada bagian bawah piston.

4. Authothermic Piston


Authothermic Piston
Pada piston ini, ada ring baja yang dipasang dengan tujuan untuk menyerap panas pada kepala piston, sehingga pemuaian berlebihan karena overheat dapat dihindari.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda yang ingin melakukan sedikit  modifikasi pada kendaraan anda. Terima kasih sudah membaca 

Baca juga : Overhaul ATV
                   Kisah Si Anto
                   Phobia Yang Mungkin Sudah Anda Miliki (2)
                   Biaya Fantastis Hobi Samuel Zygwyn
                   Pengenalan Psikologi Kognitif
                   Cinta Antara Dua Saudara